<> SELAMAT DATANG DI KAMPOENG "MINAPOLITAN" GONDOSULI <> Contact Email : kampoenglele@gmail.com <>

Minggu, 26 Agustus 2012

NUTRISI BAGI IKAN DAN SISTEM PEMBERIAN PAKAN

Photobucket
Pakan harus mendapat perhatian yang serius, karena sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan berat ikan dan merupakan bagian terbesar dari biaya operasional dalam pembudidayaan ikan, khususnya ikan lele. Berdasarkan pengalaman para ahli perikanan, untuk mempercepat pertumbuhan ikan selama pembesaran, setiap harinya ikan lele perlu diberikan makanan sebanyak minimal 5% dari berat total tubuhnya. Pemberian pakan dilakukan secara bertahap sebanyak 2 - 3 kali sehari.Tetapi mayoritas pembudidaya ikan lele di Desa Gondosuli memberikan pakan sebanyak 2 kali sehari, yaitu pagi sekitar jam 08.00 - 09.00 WIB dan sore antara jam 16.00 - 17.00 WIB.
Dalam hal jumlah pakan, memang belum ada petunjuk yang jelas mengenai berapa banyak makanan yang harus diberikan untuk seekor lele dalam sekali pakannya. Tetapi dilihat dari kepatutannya, maka pemberian pakan ikan lele atau yang lainnya tidak boleh kurang dari 5% dari total bobotnya. Logikanya, semakin sering lele tersebut diberi makan maka akan cepat besar, tetapi bila terlalu kekenyangan akibat pemberian makan yang terlampau banyak, maka ikan lele pun juga bisa sakit bahkan mati. Maka hal yang tepat dalam pemberian pakan pada ikan lele adalah jangan terlalu berlebihan.
Penyediaan suplai makanan merupakan kegiatan penting dalam kegiatan budidaya karena kecepatan pertumbuhan salah satunya bergantung pada jumlah makanan yang diberikan. Makanan dimanfaatkan oleh ikan untuk memelihara tubuh dan menggantikan alat - alat tubuh yang rusak, kemudian kelebihan makanan dipergunakan untuk pertumbuhan fisiknya. Kuantitas makanan yang tersedia dalam jumlah banyak dan berkualitas baik, tetapi kalau makanan tersedia dalam jumlah sedikit maka makanan tidak akan mempengaruhi kecepatan tumbuh - kembang ikan.
Dalam hal nutri ikan, pakan yang baik adalah yang memenuhi unsur - unsur nutrisi bagi ikan. Mengenal terlebih dahulu mengenai nutrisi bagi ikan, merupakan dasar pemikiran para pembudidaya ikan dalam memberikan pakan yang tepat untuk diberikan. Tentunya dalam pakan ikan tersebut harus memenuhi unsur gizi, kebutuhan protein, lemak dan serat. Karena dengan menyeimbangkan beberapa unsur nutrisi tersebut akan memacu pertumbuhan ikan agar cepat besar dan dipanen. (Why/Admin)

PENEBARAN BENIH

Photobucket
Sebelum benih ditebar ke kolam harus dihitung dulu padat tebar benihnya. Yang dimaksud dengan padat tebar benih adalah jumlah ikan yang harus ditebar untuk ukuran satu meter persegi.
Untuk ukuran ikan lele padat tebarnya adalah 150 - 200 ekor/m2 dengan ketinggian air mencapai 60 - 80 cm. Artinya setiap satu meter persegi mampu untuk memelihara 150 s/d 200 ekor ikan lele sampai ukuran ideal konsumsi. Contoh, untuk kolam ukuran 4m2 x 6m2 berarti mampu untuk membesarkan ikan lele antara 3.600 s/d 4.800 ekor, tergantung selera pembudidaya.
Cara penebaran benih ke dalam kolam adalah sebagai berikut :
  1. Sebelumnya, air kolam yang sudah berisi air didiamkan selama kurang lebih 3 - 4 hari. Tujuan dari pendiaman ini adalah agar suhu air lebih menyatu dengan suhu kolam, sehingga ketika ikan ditebar suhu air tidak berlebihan. selain itu, pendiaman tersebut juga bertujuan untuk penyediaan sumber pakan alami ikan, seperti plankton atau jentik - jentik nyamuk, dll.
  2. Penebaran menggunakan media kantong plastik, sebaiknya didiamkan mengapung di permukaan air kolam kurang lebih 10 menit. Setelah itu buka kantong plastik dan masukkan air kolam ke kantong dengan perbandingan 1 air kantong plastik banding 0,5 air kolam selama 5 menit. Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk penyesuaian atau adaptasi ikan dengan lingkungan barunya.
  3. Photobucket
    Penebaran benih dengan media Blung
  4. Penebaran menggunakan media Tong Plastik atau pembudidaya Desa Gondosuli sering menyebutnya dengan istilah Blung (seperti gambar). Sebelum benih dimasukan ke kolam, sebaiknya air blung dicampur terlebih dahulu dengan air kolam selama kurang lebih 5 menit, tujuannya adalah agar ikan beradaptasi dengan suhu dan lingkungan barunya.
  5. Pelepasan benih ikan ke kolam sebaiknya dilakukan pada pagi atau sore hari, karena pada saat itu suhu air tidak begitu panas sehingga ikan mudah beradaptasi. (Why/Admin)

Jumat, 24 Agustus 2012

PENYAKIT DAN CARA PENANGGULANGANNYA

      Penyakit merupakan salah satu penyebab kegagalan usaha budidaya ikan lele. Bila air yang digunakan sebagai media hidup ikan lele mengalami pengotoran, khususnya akibat metabolisme akan membuka peluang bagi tumbuh dan berkembangnya penyakit.
      Dalam budidaya intensif, kepadatan ikan yang tinggi sering melampaui kemampuan alamiah kolam. Karena itu ikan sangat rentan terhadap stress, dengan demikian ikan cenderung mudah terserang infeksi patogen.
       Celakanya, hampir semua jenis penyakit ikan lele sifatnya menular. Artinya jika salah satu dari kolam terkena penyakit, kemungkinan besar penyakit tersebut akan menyebar ke ikan lainnya. Kalau sudah demikian, kerugianlah yang akan dituai pembudidaya.
Berikut adalah beberapa jenis penyakit ikan lele atau ikan air tawar pada khususnya yang sering mewabah adalah:
  1. Bintik Putih (White Spot). Penyakit ini terjadi akibat infeksi Ichtyopthirius multifilis yang tergolong ke dalam parasit. Kalangan ahli perikanan menyebut penyakit ini sebagai "Penghancur ikan" karena dalam waktu singkat ikan dapat habis terserang penyakit ini. Untuk menanggulangi infeksi ini dapat mempergunakan PK, MB, BK, BKC sesuai dosis yang diperlukan.
  2. Bakteri. Penyakit ini sering menyerang bagian perut, dada dan pangkal sirip disertai dengan pendarahan. Jika terserang, lendir ditubuhnya berkurang serta tubuh terasa kasar saat diraba. Jika ikan lele terserang sangat parah, tindakan yang dilakukan adalah dengan memusnahkan ikan tersebut agar tidak menulari ikan lainnya. pengobatan dilakukan dengan cara perendaman larutan PK (Kalium Permanganat) sebanyak 10 - 20 ppm selama 30 - 60 menit. Pengobatan dapat pula dilakukan dengan cara mencampurkan obat - obatan ke dalam makanannya. Obat - obatan yang dapat digunakan adalah Chloromycetin sebanyak 1 - 2 gram untuk setiap 1 kg makanan.
  3. Kumis Keriting. Penyakit ini bersifat menular. Penyebabnya adalah semacam jamur yang menempel di kumis lele dan kumis lele menjadi keriting. Lele tidak mau makan, lama - kelamaan lele semakin lemah mengalami kematian.
  4. Busung atau Kembung. Penyakit ini juga menular. Penyebabnya adalah pola makan yang salah atau bisa juga kurang makan. Gejala penyakit ini adalah ditandai dengan perut bengkak berwarna merah, kemudian lele akan mati mengambang.

Selasa, 21 Agustus 2012

INDAHNYA IDUL FITRI DI NEGERI PANCASILA

Allahu Akbar … Allahu Akbar … Allahu Akbar …
Laillahailallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar Walillahilkhamd.
Wahyu Yuniarko
Takbir dan Tahmid menggema dan suara bedug bertalu – talu menyambut datangnya Idul Fitri, sebuah perayaan dan kemenangan bagi manusia yang kembali Fitri setelah satu bulan lamanya menjalani pendidikan dan pelatihan pengendalian diri. Rasa bahagia, haru, dan teduh menyelimuti diri yang kembali suci ini.
Perayaan Idul Fitri di negeri ini merupakan peristiwa luar biasa, unik, dan bisa jadi merupakan satu – satunya fenomena sosial di planet bumi ini. Dikatakan demikian, karena banyak keunikan yang terjadi dalam persiapan (Pra Idul Fitri), pelaksanaan, maupun bentuk – bentuk kegiatan perayaan Idul Fitri. Satu hal lagi, Idul Fitri (yang orang – orang jawa menyebutnya “ RIYOYO ” / “ BODHO ”), tidak hanya dirayakan oleh kaum muslimin, akan tetapi oleh seluruh bangsa Indonesia. Subhanallah.
Guna menyambut datangnya Idul Fitri, tua – muda, pria – wanita, kakek – nenek, anak – anak, tanpa kecuali semuanya mencurahkan semua perhatian hanya untuk satu hal yaitu Idul Fitri (Riyoyo). Petani menyiapkan panenannya untuk Idul fitri, sampai – sampai pohon pisang di depan / samping / belakang rumah jadwal penebangannya diatur hanya untuk Idul Fitri. Ayam yang dipelihara sejak beberapa bulan sebelumnya dipotong hanya untuk Idul fitri. Pembuat kue dan minuman kebanjiran order hanya untuk Idul Fitri. Pasar tradisional, pasar tumpah, pasar modern, plaza, Mall jadi penuh sesak pengunjung karena Idul Fitri. Warung, depot, restoran, rumah makan pada saat buka puasa jadi penuh karena Idul Fitri. Bukti nyata bahwa Allah bersifat Arrahman dan Arrakhim, karena sebelum Idul Fitri tiba, berkah-Nya telah dirasakan oleh semuanya, tanpa kecuali.
Dari sekian banyak persiapan Idul Fitri, ada satu hal yang unik, menarik, dan sangat luar biasa yaitu tradisi / budaya MUDIK (menuju ke udik / desa). Kegiatan mudik ini telah berlangsung sekian puluh tahun yang lalu dan sampai sekarang bahkan seterusnya pun akan tetap menjadi tradisi / budaya bangsa kita yang berdasarkan Pancasila. Karena hebatnya peristiwa mudik ini, pemerintah memberikan perhatian yang ekstra yaitu berupa pembenahan dan penambahan infrastruktur jalan, angkutan, keamanan, dan lain - lain demi kelancaran kegiatan mudik ini.
Kegiatan mudik menimbulkan mobilitas yang hampir tanpa batas. Yang dari arah barat menuju ke timur, yang dari arah timur menuju ke barat. Yang dari arah selatan menuju ke utara, yang dari arah utara menuju ke selatan. Ada yang menggunakan mobil mewah, mobil tua, bus / kendaraan umum, kereta api, pesawat terbang, dan juga sepeda motor. Ketika keinginan telah bulat, jarak tempuh dan fasilitas sederhana yang ada bukan menjadi halangan. Bahkan resiko – resiko di perjalanan sering tak diperhitungkan hanya agar dapat mudik ke kampung halaman. Dan masih banyak lagi persiapan lain (yang tidak bisa disebut dan dirinci satu per satu) untuk kepentingan mudik Idul Fitri.
Pelaksanaan kegiatan Idul Fitri diawali dengan dikumandangkannya Takbir dan Tahmid di Masjid, Surau, Musholla, dan tanah lapang tempat pelaksanaan sholat Idul Fitri. Setelah sholat Idul Fitri, disampaikan khotbah Idul Fitri, dan diteruskan dengan bersilaturahmi. Tentunya juga banyak yang disertai dengan kegiatan kenduri.
Di negeri tempat datangnya Dinnul Islam (Agama Islam) sendiri, Idul Fitri tidak dirayakan secara meriah seperti di negeri ini. Sementara itu di seluruh pelosok negeri ini, di kota, di desa, di pegunungan, bahkan di daerah yang sangat jauh sekali pun, orang merayakan Idul Fitri. Mereka menyambung tali silaturahmi dengan beranjang sana satu sama lain. Yang muda (usia atau status kekerabatannya) memiliki kewajiban untuk mengunjungi (sowan) ke yang lebih tua, para santri sowan ke Kyai, staf berkunjung ke rumah pimpinan, dan seterusnya. Indah luar biasa.
Berbagai bentuk kegiatan yang berkaitan dengan Idul Fitri bermacam – macam. Ada halal bihalal, reuni keluarga, temu kangen angkatan, dan lain – lain. Tidak ketinggalan pula instansi pemerintah, lembaga swasta, organisasi alumni, yayasan, lembaga arisan, lembaga sosial, dan lain - lain juga ikut merayakan Idul Fitri ini. Inilah khasanah (kekayaan) tradisi dan budaya yang sangat Indonesia.

Kegiatan Idul Fitri yang diselenggarakan di Indonesia memiliki beberapa nilai / makna, yaitu :

1. Kembali ke Fitrah

Ibadah suci Ramadhan sebagai jembatan menuju pintu gerbang Idul Fitri mengandung makna untuk menjaga agar jasmani dan rokhani kita tetap seimbang dan utuh bahkan meningkat daripada biasanya dan minimal kembali ke fitrah semula sebagai manusia (hamba Allah) yang wajib berbakti kepada-Nya. Dalam konteks ini Allah berfirman, “ Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu …” (Ar Ruum, 30). Rangkaian ibadah puasa Ramadhan yang telah dilaksanakan selama satu bulan diikuti dengan sebuah kegiatan yang wajib dilakukan oleh orang muslim, yaitu zakat fitrah (zakat untuk membuat diri menjadi suci). Dalam prosesi perayaan Idul Fitri semuanya saling memaafkan, berjabat tangan, hati berkomunikasi, tiada iri dan dengki untuk menuju ke Fitrah.

2. Pengembangan Toleransi Indonesia

Dalam perayaan Idul Fitri terdapat nilai toleransi. Idul Fitri bagi bangsa Indonesia menjadi milik semua. Siapa pun kita boleh menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri dan saling memohon maaf. Bahkan tidak jarang disertai dengan anjang sana dan saling memberi. Sementara itu, yang tua menerima permohonan maaf dari yang lebih muda dan demikian pula sebaliknya. Kedua belah pihak saling mengakui atas kekurangan dan kekhilafan masing – masing. Semuanya dilakukan demi keutuhan keluarga, kerabat, masyarakat, dan bangsa ini. Bukankah Allah telah berfirman yang artinya, “ Berpegang teguhlah kalian semua kepada Allah, dan jangan bercerai – berai. ” (Ali Imron, 103)

3. Pengembangan Budaya Kasih Sayang

Kegiatan Idul Fitri mendatangkan rasa dan benih Mahabbah / kasih sayang antar sesama. Dengan zakat dan shodaqoh yang kita bayarkan menjelang datangnya Idul Fitri, kita bisa menyayangi sesama khususnya kaum dhuafa, fakir miskin, dan anak yatim. Demikian pula dengan silaturahmi / anjang sana dan saling memaafkan satu sama lain serta saling memberi satu sama lain akan tercipta kehidupan indah yang didasari dengan rasa mahabbah. Sebagai contoh kita bisa belajar dari koloni semut, yang ketika berpapasan dengan sesamanya mereka selalu berhenti sejenak saling tegur sapa. Itu menandakan bahwa sesama semut pun terjalin tali silaturahmi yang kuat antar mereka. Masya Allah.
Selain itu, Allah senantiasa menyukai orang – orang yang berbuat baik. Surat Al Baqoroh ayat 195 menerangkan bahwa, “ Dan belanjakanlah (harta bendamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan diri sendiri dalam kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena sesungguhnya Allah menyukai orang - orang yang berbuat baik.”

4. Ikhlas / Ridho

Berbagai hal yang berkaitan dengan persiapan, pelaksanaan, dan bentuk kegiatan Idul Fitri memerlukan satu syarat yaitu IKHLAS / RIDHO. Orang yang berpuasa dengan segala bentuk amal ibadahnya harus ikhlas. Orang membayar zakat dan shodaqoh harus didasari dengan keikhlasan. Orang bersilaturahmi untuk saling bermaaf – maafan juga harus ikhlas. Tanpa keikhlasan, yang kita lakukan akan sia – sia belaka. Berkaitan dengan ikhlas / ridho ini, Buya Hamka memberikan tausiah sebagai berikut, “ Ridho Allah adalah puncak segala nikmat. Karena itu, orang yang ridho kepada Allah akan siap mengorbankan harta bendanya untuk berbuat kebajikan kepada sesama manusia. Berkorban di jalan Allah demi kebenaran, tidak merasa terbebani dan tidak pernah bosan melaksanakan perintah-Nya. Juga dia menyelaraskan hubungan dengan Allah serta hubungan dengan sesama manusia. ” (Hamka dalam Sulaiman Al-Kumayi, Kearifan Spiritual dari Hamka ke Aa Gym, Pustaka Nuun, 2004:240).
Sebenarnya masih banyak nilai – nilai positif yang dapat kita petik dari kegiatan Idul Fitri di negeri ini. Luar biasa indah dan penuh makna. Semoga di hari yang fitri ini kita lebih saling menyayangi, saling memberi pertolongan, saling menghormati, dan dengan penuh ikhlas tentu kita saling memaafkan. Selamat merayakan Hari Raya Idul Fitri 1433 H. / 2012 M.

Minal Aidzin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
(Why/Admin)

Sabtu, 18 Agustus 2012

PEMANFAATAN HALAMAN RUMAH DENGAN MENANAM SAYURAN PRODUKTIF

Photobucket Photobucket Photobucket
      Halaman rumah memang sangat cantik bila ditanami bunga - bunga yang beraneka warna. Namun untuk masyarakat dengan ekonomi minus, penanaman bunga - bunga yang hanya melengkapi nilai keindahan merupakan sesuatu hal yang dianggap sebagai pemborosan saja. Selain untuk penghijauan dan penyegaran, pemanfaatan halaman rumah dengan menanam sayur - mayur juga bisa dimanfaatkan untuk menambah ekonomi keluarga. Bayangkan saja dengan memanfaatkan halaman rumah sebagai kebun organik, dengan sistem penanaman sayuran - sayuran yang mempunyai nilai produktif seperti : sawi, kangkung, bayam, wortel dll bisa melakukan pemanenan setiap 2 - 3 minggu sekali. Lumayan kan buat nambah uang jajan anak dan biar dapur tetap ngebul ...bullll ...heee...heee.
      Aspek pemanfaatan halaman rumah akan memberikan tiga nilai, yakni estetika, ekonomi dan aspek hidup sehat, yang akan membantu penghuni dan keluarganya memiliki kehidupan hijau dan sehat. Berkebun di halaman rumah memberikan Anda banyak kreativitas dan alternatif. Kebun organik tidak hanya memberikan lingkungan yang hijau, tetapi yang lebih penting adalah kebun organik memberikan kesehatan menyeluruh. Hasil produksi yang sehat, udara yang sehat, tanah yang sehat, dan sudah pasti sang penghuni memiliki aktivitas sehari-hari yang sehat pula. 
gambar 1
      Bagi yang mempunyai halaman rumah yang sempit tetap bisa berkarya dengan memanfaatkan Polybag / kantong plastik / pot sebagai media penanaman dan diletakkan pada penyangga tanaman yang berjenjang yang terbuat dari kayu atau plat (gambar 1). Dengan menggunakan media tanam seperti Polybag tersebut akan memudahkan pemilik kebun untuk melakukan perawatan, pemanenan dan pemeliharaan pasca panen. 
      Terakhir, kami mengajak pembaca blog ini untuk pandai - pandai memanfaatkan peluang usaha walaupun sarana - prasarana usahanya tersebut sangatlah kecil. Namun hal yang penting adalah niat dan kemauan untuk mengubah sesuatu yang kecil menjadi sesuatu yang lebih baik dan bermanfaat. (Why/Admin)

Kamis, 16 Agustus 2012

SELAMAT IDUL FITRI 1 SYAWAL 1433 H

Mengucapkan :
Selamat Idul Fitri
1 Syawal 1433 H

Mohon Maaf Lahir dan Bathin

Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan Taufiq
dan Hidayah-Nya kepada kita sekalian, Amin


Pengasuh Blog
"Kampung Lele Gondosuli"

Ttd

Admin

DIRGAHAYU RI KE-67 "JAYALAH BANGSAKU - MERDEKALAH BANGSA KITA"

Tema HUT RI ke-67 Tahun 2012 ini adalah :
Dengan semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, kita bekerja keras untuk kemajuan bersama, kita tingkatkan pemerataan hasil - hasil pembangunan untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Dari tema tersebut terkandung maksud yakni Kemerdekaan itu diraih karena adanya kekuatan yang dahsyat dalam diri bangsa untuk bekerja bahu - membahu sekuat tenaga, dan semuanya didasarkan atas kepentingan umum dan bukan untuk kepentingan golongan semata. 
Mewujudkan rasa keadilan yang bersifat universal, tidak memandang ras, agama, keyakinan, suku, primordialisme perlu dipupuk dan dikembangkan untuk meningkatkan pemerataan atas hasil - hasil pembangunan guna mewujudkan suatu Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia.

Untuk tetap mengingat jasa para pahlawan yang telah mendarmabaktikan seluruh pemikiran dan hidupnya untuk kejayaan dan kemerdekaan NKRI, maka puisi karya Chairil Anwar dibawah ini mungkin bisa menginspirasi.

JAYALAH BANGSAKU .... MERDEKALAH BANGSA KITA !!!