<> SELAMAT DATANG DI KAMPOENG "MINAPOLITAN" GONDOSULI <> Contact Email : kampoenglele@gmail.com <>

Selasa, 20 Agustus 2013

MANCING GRATIS IKAN LELE 2 TON

Acara tersebut dilaksanakan pada Minggu (18/8/2013) siang. Mereka sengaja membuat acara mancing ikan lele di sungai kampung, sepanjang kira-kira 2 Km. Ikan lele itu merupakan sumbangan para peternak lele di kampung yang terkenal sebagai penghasil lele terbesar se- KabupatenTulungagung.
Ikan lele seberat total 2 ton tersebut sengaja dilepas ke sungai agar bisa dipancing semua orang secara cuma-cuma. Sedekah lele yang baru tahun ini digelar, namun warga desa berniat menjadikannya acara tahunan sehingga berpeluang menjadi daya tarik wisata.
Kepala Desa Gondosuli, Sumiran, mengatakan, acara ini mula-mula digagas oleh warganya bernama Sumarjo dan Parsam, yang akhirnya diikuti oleh seluruh petani lele yang ada di Desa Gondosuli. "Ini sebagai wujud syukur warga desa atas panen lele yang selama ini terus melimpah. Selain itu juga syukuran dalam rangka peringatan HUT Kemerdekaan RI," paparnya. Menurut dia, saat ini di desanya tercatat setidaknya 7 kelompok peternak lele yang anggotanya mencapai 150 orang. Sumiran menyebutkan, para pemancing yang tak perlu membayar itu bukan hanya dari Desa Gondosuli tetapi juga banyak yang dari desa-desa tetangganya maupun dari kota tetangga, seperti Kediri, Trenggalek dan Blitar juga turut hadir memeriahkannya.
Mancing gratis ini tambah semarak saat Wakil Bupati Maryoto Bhirowo menghadiri acara itu dan membuka secara simbolis. Beliau juga berharap semoga peternak lele di sini memacu dan memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat agar semakin produktif dan geliat Minapolitan di Desa Gondosuli dapat merangsang desa - desa sekitar untuk senantiasa mengembangkan potensi yang ada.

Rabu, 14 Agustus 2013

Pelatihan Pembuatan Abon Ikan Lele

Seiring sejalan dengan perkembangan perikanan darat khususnya perikanan ikan lele yang ada di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang dari tahun ke tahun semakin meningkat baik jumlah dan produksi hasil maupun para pengembang perikanan itu sendiri, sehingga terbentuk kelompok-kelompok kecil yang tersebar di Kecamatan Gondang. Untuk itu Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung mempunyai inisiatif dengan jumlah produksi ikan lele yang melimpah sehingga tidak hanya dijual langsung ke pengepul tapi masih bisa diolah menjadi makanan yang siap saji dalam bentuk keripik kulit ikan lele dan abon ikan lele yang mana saat ini permintaan cukup besar.
Dalam kesempatannya Kepala Bidang Industri Kimia dan Agro mewakili Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Tulungagung membuka secara resmi pembinaan dan pelatihan kepada 25 orang peserta yang dilaksanakan di Balai Desa Gondosuli Kecamatan Gondang antara lain disampaikan bahwa produk abon lele yang kita adakan pelatihan sangat bermanfaat khususnya dalam mengembangkan usaha makanan abon lele untuk itu Beliau mengajak pelatihan kali ini harus betul-betul diperhatikan cara pembuatannya karena pangsa pasar abon lele amat sangat menjanjikan untuk dikembangkan dan dapat untuk menunjang hidup masa depan.
Bantuan peralatan hendaknya digunakan dan dirawat baik-baik. Setelah sambutan dilanjutkan dengan penyerahan bantuan peralatan kepada kelompok "Berkah Lumintu" yang diwakili oleh Bapak Rusli, kemudian dilanjutkan dengan pemberian materi dari para instruktur serta praktek pembuatan abon lele.

Sabtu, 10 November 2012

GROUP SEPEDA TURONGGO GONDOSULI MEMERIAHKAN HARI JADI TULUNGAGUNG KE- 807

Penggemar Turonggo Gondosuli
Minggu 4 November 2012 pagi sekitar pukul 06.00 wib ribuan penggemar sepada Turonggo dari seluruh wilayah Kota Tulungagung dan sekitarnya mengikuti kegiatan Turonggo Guyub Rukun Fun Rosa-Rosa Tahun 2012.
Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono, MM beserta anggota Muspida dan Wakil Bupati Mohamad, Athiyah, S.H juga ikut serta dalam kegiatan yang menempuh jarak sekitar 10 km tersebut. Juga ikut memeriahkan acara tersebut, Penggemar Turonggo Desa Gondosuli yang sejak pagi sekitar jam 06.00 WIB sudah berangkat menuju tempat start, di depan Pendopo Kongasarum Kusumaning Bangsa - Kabupaten Tulungagung.
Bupati Tulungagung ikut nabuh alat kesenian campursari
Kegiatan yang juga dihibur dengan kesenian campursari di dalam Pendopo. Ada pemandangan yang unik waktu itu, yaitu saat Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono, MM ikut memainkan tamborin dan simbal ketika goup kesenian campursari itu tampil. Tak pelak wargapun berbondong-bondong mendekatinya dan ikut bergoyang serta ada pula yang menyumbangkan suara emasnya. Di Start dan Finish ini panitia menyediakan ratusan dor prize 10 sepeda, dan 1 hadiah utama berupa sepeda motor kepada para peserta yang beruntung melalui undian kupon. Undian kupon dilaksanakan setelah seluruh peserta memasuki garis finish, untuk mendapatkan kupon peserta tidak dipungut biaya alias gratis.
Menurut panitia, pelaksanaan kegiatan ini bertujuan memeriahkan Hari Jadi ke 807 Kabupaten Tulungagung. Adapun rute yang dilalui adalah ruas jalan yang berada di Kecamatan Tulungagung, Kecamatan Kauman, Kecamatan Karangrejo dan kecamatan Kedungwaru. (why/admin).




Kamis, 18 Oktober 2012

TIPS MEMILIH HEWAN QURBAN

Pada tanggal 26 Oktober 2012 mendatang kita meperingati Hari Raya Idul Adha, kita sebagai umat Islam bagi yang mampu wajib melaksanakan ibadah qurban, oleh karena itu dalam rangka mempersiapkan hewan qurban yang sesuai dengan syariat, info berikut bisa dijadikan referensi.
1. Belilah hewan di tempat yang tampak bersih dan terkoordinasi dengan baik.
2. Ada sertifikat atau sudah dicek kesehatan oleh dokter hewan dan Jangan terpukau dengan harga yang murah. Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) tersebut yang dikeluarkan oleh dinas daerah asal ternak. Artinya hewan itu sudah diperiksa sebelum dijualbelikan,
3. Diusahakan dalam pembelian hewan qurban pada kondisi siang hari karena harus memperhatikan kondisi calon hewan qurban,
4. Ada pakan dan minum yang cukup serta diberi teduhan terhadap panas dan hujan,
5. Hewan yang dikurbankan yaitu kambing, domba, atau sapi, berusia cukup atau dewasa. Untuk kambing berusia paling tidak 1 tahun dan sapi berusia 2 tahun, 
6. Diutamakan jantan dan sehat.
7. Ciri-ciri hewan qurban yang sehat adalah badan tegap, mata bersinar tanpa kotoran mata (belekan), hidung basah (bukan ingus pilek), bulu bersih mengkilap, tidak kotor atau gimbal, tidak ada cacat pada telinga, kaki, dan mata, hewan aktif bergerak tidak loyo.

KUNJUNGAN PANGDIV II KOSTRAD KE SENTRA BUDIDAYA IKAN GURAME DAN LELE

Bupati didampingi Sekretaris DKP menjelasan Program Minapolitan Budidaya Ikan Lele kepada Pangdiv II Kostrad dan Bupati Ngawi di Desa Gondosuli
Aktivitas usaha perikanan budidaya Kabupaten Tulungagung yang terus mengalami kemajuan pesat mendapat apresiasi dari berbagai pihak, salah satunya adalah jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Setelah selesai membuka kegiatan TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD) yang dipusatkan di SD Tanggul Turus Desa Tanggul Turus Kec. Besuki Kab. Tulungagung, Rombongan Pangdiv II Kostrad Mayjen Setyo Sularso beserta jajarannya yang juga disertai Bupati Ngawi Ir. Budi Sulistyono didampingi Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono, M.M. mengunjungi sentra budidaya ikan gurami di Desa Wates Kec. Campurdarat dan ikan lele di Desa Gondosuli Kec. Gondang (10/10).
Dalam kunjungannya di Desa Wates, rombongan TNI dapat melihat secara langsung kegiatan budidaya ikan gurami oleh Kelompok Pembudidaya Ikan (Pokdakan) Mina Rekso. Selain itu, rombongan juga mendapatkan penjelasan dari pembudidaya maupun petugas penyuluh perikanan tentang budidaya ikan gurami dan menyaksikan panen ikan gurami di salah satu anggota kelompok yang akan dikirim ke Jakarta. Pokdakan Mina Rekso sendiri merupakan kelompok yang membudidayakan ikan gurami pada lahan seluas 4,3 ha dengan potensi produksi ikan gurami sebanyak 500 ton/ tahun.
Dari Desa Wates, rombongan kemudian bergegas menuju kawasan minapolitan budidaya ikan lele di Desa Gondosuli. Desa Gondosuli merupakan sentra budidaya lele di Kabupaten Tulungagung. Dengan luas lahan budidaya mencapai 13 ha, Desa Gondosuli berkontribusi hingga 35% dari keseluruhan produksi lele Kabupaten Tulungagung.
Di sela-sela kunjungan tersebut, Pangdiv II Kostrad juga menyampaikan kesan positif terhadap keberhasilan budidaya ikan di Kabupaten Tulungagung. Selain itu, kunjungan ini diharapkan juga dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi TNI, dan dapat diaplikasikan dalam pemanfaatan lahan di sekitar pekarangan.

Sumber : http://tulungagung.go.id

Jumat, 28 September 2012

SEMINAR PROSPEK FILLET CATFISH DALAM MENUNJANG INDUSTRIALISASI PERIKANAN

Pada hari selasa tanggal 25 september 2012 bertempat di Gedung Serba Guna Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung telah diadakan Seminar dengan tema "Prospek Fillet Catfish Dalam Rangka menunjang Industrialisasi Perikanan".
Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka optimalisasi penyuluh Perikanan tahun 2012. Maksud dan Tujuan diadakan kegiatan ini adalah untuk menambah wawasan, memberikan peluang dan kesempatan para pelaku usaha perikanan lokal guna memperluas akses usahanya dan menjalin kemitraan antara satu pelaku usaha perikanan dengan pelaku usaha perikanan lainnya, menuju industrialisasi perikanan.
Kegiatan ini di buka oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan yang di wakili oleh Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan dan SDM (P2HP &SDM) Kabupaten Tulungagung dan di hadiri oleh para pelaku usaha perikanan yaitu pengusaha Ikan dan pembudidaya ikan, investor dari Jakarta PT. ADIB Global Food, Penyuluh Perikanan serta Staf Dinas kelautan dan Perikanan. Sebagai Nara Sumber dari PT. ADIB Global Food Ikan dari Jakarta yang di wakili oleh Bapak Ardi (Operator UPI Kabupten Karawang Jawa barat).
Dalam hal ini Kabupaten Tulungagung sangat mempunyai Potensi besar dalam Pengolahan Hasil Perikanan. Karena sampai dengan akhir tahun 2011 Jumlah luas Kolam yang ada di Kabupaten Tulungagung mencapai 201,236 dengan jumlah pembudidaya ikan air tawar sebanyak 13.165 orang dan pada tahun 2011 produksi ikan konsumsi mencapai 20.396 ton yang terdiri dari jenis ikan Nila, Gurami, Lele dan Patin. Sedangkan khusus untuk ikan patin produksinya di tahun 2011 mencapai sebesar 345 Ton.
Dengan terlaksananya seminar diharapkan informasi peluang usaha ikan patin yang begitu besar ini dapat kita sebarkan ke seluruh pelaku usaha ikan. Sehingga kedepan masyarakat semakin giat membudidayakan ikan patin karena selama ini pemerintah masih mengimpor fillet ikan patin dari Negara Vietnam untuk menutupi kebutuhan dalam negeri.

Sumber : www.tulungagung.go.id

SOSIALISASI VAKSINASI IKAN DI KABUPATEN TULUNGAGUNG

Ir. Taukhid, M.Sc., memandu praktik vaksinasi
Dalam rangka pengendalian penyakit ikan di Kabupaten Tulungagung, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Tulungagung bekerja sama dengan Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan menyelenggarakan Sosialisasi Vaksinasi Ikan. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Pertemuan Balai Benih Ikan Jepun pada tanggal 14 September 2012 ini diikuti oleh pembenih ikan, petugas penyuluh perikanan, dan staf DKP Kabupaten Tulungagung.
Setelah sambutan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung, kegiatan ini diteruskan dengan pemaparan materi Kebijakan Pengendalian Penyakit Ikan oleh Ir. Mukti Sri Hastuti, M.Sc. (Kepala Subdirektorat Hama Penyakit Ikan) dan Ir. Taukhid, M.Sc. (peneliti dari Balai Penelitian dan Pengembangan Perikanan Budidaya) yang membawakan materi Vaksinasi pada Perikanan Budidaya.
Vaksinasi benih ikan merupakan salah satu upaya pencegahan penyakit yang efektif dan prospektif. Vaksin adalah suatu produk biologi yang terbuat dari mikroorganisme, komponen mikroorganisme yang telah dilemahkan, dimatikan atau direkayasa genetika dan berguna untuk merangsang kekebalan tubuh secara aktif.
Kegiatan Sosialisasi Vaksinasi Ikan ini dirangkai dengan kunjungan Direktur Kesehatan Ikan dan Lingkungan, Ir. Maskur, M.Si., beserta jajarannya ke lokasi budidaya gurami di Desa Wates Kec. Campurdarat dan kawasan minapolitan budidaya lele di Desa Gondosuli Kec. Gondang. Di lokasi tersebut, Tim dari Direktorat Kesehatan Ikan dan Lingkungan yang didampingi Kepala DKP Kabupaten Tulungagung, Ir. Hendry Setyawan, M.Si., meninjau langsung beberapa kasus penyakit ikan yang sedang terjadi.
Dalam kesempatan terpisah, Ir. Maskur, M.Si. juga memberikan pembekalan kepada petugas penyuluh perikanan DKP Kabupaten Tulungagung tentang Peran Sistem Pengelolaan Kesehatan Ikan dan Lingkungan dalam Industrialisasi Perikanan.

Sumber : www.tulungagung.go.id