Tanggal 27 Juni Tahun 2012 Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten
Tulungagung menerima kunjungan dari Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Demak beserta rombongan dalam rangka study banding
pengembangan usaha budidaya ikan lele, setelah diterima langsung oleh
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung Drs. Hendry
Setyawan, M.Si rombongan diarahkan ke Desa Gondosuli Kecamatan Gondang
sebagai salah satu sentra pengembangan budidaya ikan lele dan calon
kawasan pengembangan kegiatan Minapolitan di Kabupaten Tulungagung.
Dalam kesempatan tersebut rombongan dibawa untuk melihat dan
berdiskusi langsung dengan kelompok-kelompok pembudidaya ikan lele yang
ada tentang kegiatan usaha budidaya ikan lele di Desa Gondosuli, mulai
dari kegiatan budidayanya sampai dengan tingkat pemasaran yang
dilakukan, selain itu rombongan juga dibawa untuk melihat proses
pengolahan ikan yang dilakukan oleh kelompok wanita perikanan Desa
Gondosuli sebagai upaya diversifikasi pemasaran hasil produksi dalam
rangka peningkatan perekonomian dan kesejahteraan keluarga pembudidaya
ikan.
Dalam rangka meningkatkan pengetahuan tentang Program Peningkatan
Nilai Tambah serta wawasan utamanya para pengolah ikan di KabupatenTuban
Provinsi Jawa Timur, maka pada tanggal 26 Juni 2012 Dinas Perikanan dan
Kelautan Kabupaten Tuban mengadakan kunjungan kerja ke tempat pengolahan
produk hasil perikanan yang ada di KabupatenTulungagung.
Adapun daerah yang menjadi tujuan kunjungan tersebut meliputi:
Tempat pengolahan amplang, fish stick, kerupuk lele, abon ikan, brownies di Dusun Kadenan Desa Karangrejo Kecamatan Boyolangu.
Tempat pengolahan abon ikan, pangsit ikan, kerupuk ikan, stick ikan di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang.
Kawasan minapolitan lele di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang.
Kanan : Parsam, Drs. Hendry Setyawan, M.Si, Ir. Kardani, MM
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi Jawa Timur, Ir. Kardani, M.M., didampingi Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Tulungagung, Drs. Hendry Setyawan, M.Si, berdialog dengan Parsam, pembudidaya lele, dalam kunjungan kerjanya ke Desa Gondosuli (23/4)
Sekitar tahun 1994 silam, Parsam mencoba budidaya lele dalam kolam kecil di belakang rumahnya. Tanpa diduga sebelumnya, usaha sampingan tersebut ternyata dapat berkembang dengan pesat. Pada saat ini, sekitar 18 tahun setelah budidaya lele pertamanya, Parsam sudah mengelola 160 unit kolam lele di lahan seluas 0,62 ha.
Kisah Parsam tersebut merupakan salah satu contoh keberhasilan pembudidaya lele di Desa Gondosuli, salah satu desa yang berlokasi di Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur. Desa yang semula dikenal sebagai salah satu produsen tembakau ini telah berubah menjadi desa perikanan, khususnya sentra budidaya lele.
Produksi ikan lele di Tulungagung ternayata cukup besar, , terutama
dari desa Gondosuli – Gondang. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan
Kabupaten Tulungagung – Hendrik Setiawan bilang, di tahun 2011 saja
hasil 51 persen atau 6.110 ton dari lahan seluas 11,08 hektare. Sementara di
tri wulan pertama di tahun 2012 ini, desa Gondosuli memberikan
kontribusi 60 persen dari produksi lele di Tulungagung, atau 2.992 ton.
Padahal jumlah Rumah Tangga Perikanan hanya ada 82 RTP. Adapun nilai
produksi di tahun 2011 mencapai 130 milyar rupiah.
Ditambahkan oleh Hendrik Setiawan, dengan adanya potensi yang cukup
besar tersebut, karena selama ini pihaknya telah melakukan pembinaan
secara intensif. Namun dengan hasil tersebut, pihaknya tetap berupaya
melakukan pembinaan dan mendorong supaya warga desa Minapolitan
Gondosuli guna inovasi dalam perikanan untuk lebih meningkatkan
produksinya. Pasalnya pasar mereka juga sudah jelas, yang mana
permintaan pun semakin meningkat pula.
Sumber : http://liiurfm.com/site/main.php?page=1&id=0&bid=1290
Program Minapolitan yang dicanangkan Kementerian Kelautan dan
Perikanan (KKP) telah menunjukkan hasil positif di masyarakat, Khususnya
di Kabupaten Tulungagung Sebagai konsep pembangunan kelautan dan
perikanan yang berbasis wilayah, minapolitan telah menempatkan
Tulungagung sebagai salah satu sentra lele terpadu di tanah air.
Wilayah ini telah membantu merealisasikan visi KKP sebagai negara
penghasil produk perikanan terbesar tahun 2015, di samping meningkatnya
pendapatan masyarakat setempat.
Untuk memacu produksi perikanan, KKP telah menetapkan 10 komoditas
unggulan, dan lele merupakan salah satu komoditas unggulan tersebut.
Kabupaten Tulungagung merupakan salah satu kawasan Minapolitan yang
berbasiskan pada komoditas unggulan lele. Penghasil lele di Tulungagung
antara lain terletak di Desa Gondosuli, Kecamatan Gondang.
Produksi lele di wilayah ini telah mendorong berkembangnya usaha
pembenihan hingga pembesaran serta pengolahan pakan ikan lele. Kawasan
minapolitan ini, disamping telah menampung tenaga kerja juga dapat
meningkatkan pendapatan masyarakat setempat.
Berkaitan dengan itulah maka Bupati Tulungagung Ir. Heru Tjahjono MM
bersama Dinas/Instansi terkait, Selasa 04/10/2011, mengunjungi sentra
budidaya ikan lele di Desa Gondosuli Kecamatan Gondang.
Para petani ikan lele di tempat ini membentuk kelompok yang dinamai
Kelompok Sumber Makmur. Menurut Supangat dan Parsan selaku Ketua
Kelompok antara lain menjelaskan bahwa masa budi daya ikan lele hingga
panen memerlukan waktu 3 bulan, dengan demikian per 3 bulan sekali
panen.
Produksi lele dari desa ini saja per hari mencapai 10 ton ikan lele
sedangkan pemasarannya paling banyak ke daerah Jawa Tengah selain ke
Jawa Timur dan Jakarta. Dalam proses pemasaran tidak mengalami hambatan
karena, pedagang datang sendiri ke tempat tersebut.